Formulir Penilaian Wawancara Calon Tenaga Keperawatan
Menyebutkan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja relevan (klinik/RS/puskesmas), kompetensi utama yang dimiliki, serta sikap profesional dan motivasi berkarier di keperawatan klinik. Jawaban terstruktur, percaya diri, dan ringkas (maks. 3 menit).
Menunjukkan pengetahuan tentang klinik, menyampaikan keselarasan nilai pribadi dengan visi-misi klinik, serta memaparkan kontribusi nyata yang dapat diberikan. Bukan sekadar alasan umum seperti "dekat rumah" atau "gaji bagus".
Kelebihan: spesifik dan relevan dengan keperawatan (misal: teliti, empati tinggi, cepat belajar SOP baru). Kekurangan: jujur namun disertai upaya perbaikan aktif. Menghindari kekurangan yang bersifat fatal untuk perawat.
Menyebutkan informasi spesifik: nama klinik, layanan utama, lokasi, atau reputasi. Menunjukkan kandidat telah melakukan riset sebelum wawancara. Menandakan keseriusan dan minat tulus.
Mampu menjelaskan proses SDKI–SLKI–SIKI secara sistematis: pengkajian → diagnosis keperawatan → perencanaan → implementasi → evaluasi. Menyebutkan kasus nyata dengan alur yang logis dan sesuai standar profesi.
Apabila sedang bekerja: menyebutkan posisi dan alasan berpindah yang positif. Apabila tidak bekerja: menyebutkan kegiatan produktif (pelatihan, volunter, studi lanjut). Menunjukkan kandidat aktif dan tidak pasif menunggu.
Mampu menyebutkan 7 benar secara lengkap: benar pasien, obat, dosis, waktu, rute, dokumentasi, dan informasi. Menjelaskan langkah verifikasi praktis (double-check, identitas gelang, konfirmasi DPJP). Menunjukkan kesadaran patient safety.
Menyebutkan langkah prosedur sesuai SOP (persiapan alat, informed consent, teknik aseptik, pelaksanaan, dokumentasi). Menceritakan pengalaman nyata termasuk tantangan yang pernah dihadapi dan cara mengatasinya. Menonjolkan prinsip sterilitas dan kenyamanan pasien.
Menggunakan pendekatan komunikasi terapeutik: memperkenalkan diri, mendengarkan aktif, menjelaskan prosedur dengan bahasa sederhana, melibatkan keluarga jika perlu, memberikan empati dan rasa aman. Tidak bersikap memaksa. Tahu kapan harus melibatkan dokter.
Menyebutkan alur BHD/BLS dengan benar: cek respons → panggil bantuan → buka jalan napas (Head-tilt chin-lift) → cek nadi karotis → mulai RJP 30:2 → pasang AED jika tersedia → dokumentasi. Tahu kapan menghentikan RJP. Menyebutkan kode darurat klinik.
Tetap tenang, tidak terpancing emosi. Mengajak ke ruang privat, mendengarkan keluhan hingga selesai, memvalidasi perasaan. Memberikan penjelasan faktual dan empati. Melibatkan kepala ruangan/dokter jika perlu. Tidak berargumen di depan pasien lain.
Menyampaikan kasus nyata yang spesifik (STAR: Situasi – Tugas – Aksi – Hasil). Keputusan diambil berdasarkan prioritas klinis dan SOP. Menunjukkan keberanian bertanggung jawab, melibatkan tim, dan melaporkan insiden dengan benar.
Menjelaskan dengan sopan bahwa diagnosis adalah kewenangan dokter sesuai UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan. Menawarkan untuk menghubungkan pasien dengan dokter. Tidak memberikan diagnosis meskipun merasa tahu jawabannya. Menjaga hubungan tetap supportif.
Komunikasi terbuka, saling menghormati peran profesi, aktif dalam handover dan briefing, menghindari gosip, menyampaikan perbedaan pendapat secara konstruktif melalui jalur yang tepat. Menyebutkan contoh nyata kerja tim yang positif.
Menggunakan triase/prioritas klinis (life-threatening dulu). Membuat to-do list atau tanda prioritas. Mendelegasikan tindakan non-kritis kepada sejawat. Tetap berkomunikasi kepada tim. Tidak panik, bekerja sistematis.
Menegur secara personal dan sopan (bukan di depan pasien). Jika berpotensi merugikan pasien: segera intervensi. Melaporkan kepada atasan/kepala ruangan sesuai jalur eskalasi. Mengutamakan keselamatan pasien di atas solidaritas. Mencatat insiden jika diperlukan.
Memiliki visi yang realistis dan relevan: meningkatkan kompetensi (sertifikasi perawat klinis), berkontribusi pada pengembangan klinik, atau mengambil tanggung jawab lebih besar. Menunjukkan ambisi yang selaras dengan kebutuhan institusi, bukan hanya kepentingan pribadi.
Menjelaskan nilai unik yang ditawarkan (hard skill + soft skill). Menghubungkan kualifikasi dengan kebutuhan spesifik klinik. Percaya diri tanpa terkesan arogan. Menunjukkan bahwa kandidat adalah solusi, bukan sekadar pencari kerja.
Menyebutkan angka yang realistis sesuai UMR/UMK dan pengalaman kerja, disertai fleksibilitas untuk berdiskusi. Tidak memasang angka terlalu rendah (kurang percaya diri) maupun terlalu tinggi tanpa dasar. Idealnya: "Saya mengharapkan kisaran Rp X–Y, namun terbuka untuk mendiskusikan paket kompensasi yang sesuai."
| # | Aspek Penilaian | Skor | Maks | Persentase |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pengalaman & Latar Belakang | 0 | 30 | |
| 2 | Kompetensi Klinis & Teknis | 0 | 15 | |
| 3 | Skenario & Studi Kasus | 0 | 20 | |
| 4 | Kepribadian & Kerja Tim | 0 | 15 | |
| 5 | Komitmen & Visi Karier | 0 | 15 | |
| TOTAL NILAI | 0 | 95 | ||
| Nama Lengkap | — |
| Pendidikan Terakhir | — |
| Posisi Dilamar | — |
| Pengalaman Kerja | — |
| Tanggal Wawancara | — |
| Pewawancara | — |
| # | Aspek Penilaian | Skor | Maks | Persentase |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pengalaman & Latar Belakang | 0 | 30 | |
| 2 | Kompetensi Klinis & Teknis | 0 | 15 | |
| 3 | Skenario & Studi Kasus | 0 | 20 | |
| 4 | Kepribadian & Kerja Tim | 0 | 15 | |
| 5 | Komitmen & Visi Karier | 0 | 15 | |
| TOTAL NILAI | 0 | 95 | ||